Posted by STTE
at 09:48 PM on November 06, 2009
|
NUH
Kej. 9:20-25
A. APA YANG KITA KETAHUI DARI KISAH NUH
1. Orang seperti apakah Nuh? “Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.”
(Kej 6:9). Nuh adalah orang yang saleh
2. Mengapa Nuh membangun bahtera? “Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera ….. dan karena iman itu ia menghukum dunia” (Ibr 11:7) Ia mendapat petunjuk mengenai adanya penghukuman.
3. Apa pekerjaan Nuh? “Berfirmanlah Allah kepada Nuh …..Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir.” (Kej 6:14) Tukang kayu
4. Bagaimana Nuh memberi peringatan kepada dunia? “Nuh, pemberita kebenaran “
(2 Petrus 2:5) Pengkotbah/pemberita kebenaran
5. Dosa-dosa apakah yang dilakukan manusia pada masa itu? Kej 6 1-13 Menyembah setan
6. Kapan Nuh memasuki bahtera? “Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu.”(Kej 7:1).
“Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi “ (Kej 7:6) Ketika Tuhan memanggil.
Pada waktu Nuh berumur 600 tahun
7. Apa pekerjaan Nuh yang baru setelah air bah? “Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.” (Kej 9:20) Petani.
8. Apa dosa yang dibuat Nuh? “Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.”
(Kej 9:21) Nuh berbuat tiga jenis dosa
• Mabuk
• Telanjang
• Tidak menjadi contoh yang baik.
9. Bagaimana Nuh tahu perbuatan Ham? “Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya”. (9:24) • Hikmat khusus
• Mencari tahu. Bertanya atau diberitahu
• Ingatan. Orang mabuk masih dapat mengingat beberapa hal.
B. APA DOSA HAM DAN KANAAN?
1. Melihat. : Maka Ham, Bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar” (Kej 9:22).
Apa yang salah dengan melihat?
a. Nafsu birahi
b. Penghinaan / ejekan
c. Penolakan terhadap otoritas ayah dari Tuhan
d. Tidak menutupi, dalam hal ini memperlihatkan rasa tidak hormat.
2. Tidak melihat. “Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.” (Kej 9:23)
3. Mengapa mengutuk Kanaan?
a. Paling muda. Ham adalah anak bungsu dari Nuh (9:24), dan Kanaan adalah anak bungsu dari Ham (Kej 10:6).
b. Kutukan dari Tuhan. Kutukan itu bukan berasal dari kakek yang sedang “marah”. Karena hanya Tuhan yang tahu mengenai masa depan, Nuh mengutuk berdasarkan hikmat dari Tuhan. Tuhan mengutuk Kanaan untuk apa yang diperbuat oleh Ham dan apa yang akan terjadi pada Kanaan.
c. Nuh mengenali adanya sifat pemberontak dan nafsu jahat. Nuh dan Tuhan melihat suatu kelemahan dari Kanaan dan mengetahui bahwa hal itu akan terjadi secara berkelanjutan.
d. Generasi ketiga selalu mengalami penderitaan yang paling berat.
“terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.” (Kej 9:25)
4. Kapan kutuk itu terlaksana?
a. Orang-orang Kanaan menjadi orang yang penuh nafsu jahat. (Imamat 18:3)
b. Kutuk itu terjadi ketika Yosua dan Israel menaklukkan Kanaan (Yosua 11: Bagian utara Kanaan direbut , Yos12: Daftar raja-raja yang kalah)
C. PELAJARAN MENGENAI KAKEK YANG BERDOSA
1. Anda tidak pernah terlalu tua untuk berhenti berbuat dosa
2. Anda dapat jatuh pada saat anda merasa sangat kuat. “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Kor 10:12)
3. Kejatuhan anda membawa akibat buruk bagi keluarga. “Terkutuklah Kanaan”.
4. Anda dapat mengalami kejatuhan meskipun anda sudah dipakai Tuhan dengan luar biasa. Nuh, Elia, Petrus, Daud.
5. Meskipun anda sudah berbuat banyak untuk Tuhan, Tuhan tidak akan mengabaikan/membiarkan dosa yang dilakukan anda pada masa tua.
6. Dosa yang dilakukan oleh seorang kakek atau seorang ayah (nafsu atau pemberontakan) dapat membawa akibat yang menghancurkan bagi cucu.
7. Kemabukan bukanlah suatu dosa yang hanya dilakukan oleh satu orang, juga bukan dosa yang diabaikan/dibiarkan oleh Tuhan.
8. Tubuh kita adalah bait dari Roh Kudus, dan sebagai anak Allah kita haruslah bersikap sopan.
a. Berlaku untuk segala lapisan usia.
b. Berlaku untuk bagian-bagian tubuh yang memiliki daya tarik sex (berpakaian)
c. Berlaku untuk melihat/menonton sesuatu yang berkaitan dengan sex, yang dapat menimbulkan nafsu.
9. Nafsu dan fantasi seksual akan timbul apabila diberi kesempatan.
D. APA YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PARA KAKEK DAN CUCU
1. Tuhan menyediakan kemenangan.
”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan–pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
.(1 Kor 10:13)
2. Tuhan tinggal dalam tubuh kita.
“Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait roh Kudus yang diam di dalam kamu, roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? (1 Kor 6:18-19)
3. Dosa masa tua akan membuat anda tidak layak di hadapan Tuhan. “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Kor 9:27)
(Sumber: Elmer Towns)
(Dialihbahasakan oleh Inawaty Suwardi, Mitra Gembala GSJA CWS Rajawali).
Categories: None